Showing posts with label Tutorial. Show all posts
Showing posts with label Tutorial. Show all posts

Monday, April 9, 2018

Arduino + Proteus : Blinking LED

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Halo teman semua, selamat pagi, siang dan malam. kali ini saya akan membagikan tutorial cara mensimulasikan program Arduino blinking LED atau biasa disebut led berkedip di ISIS Proteus. tak usah panjang lebar langsung saja kita menuju TKP.
Langkah-langkahnya yaitu :

  1. Buka aplikasi ISIS Proteus, kemudian ambil komponen Arduino dan sebuah LED, dan rangkai sesuai atau sama pada gambar berikut.
  2. Setelah rangkaian pada ISIS Proteus jadi, kemudian buka aplikasi Arduino nya. kemudian buka program blinking LED nya dengan cara pilih file > example > basic > blink. seperti pada gambar berikut.

  3. Setelah program blinking LED muncul kemudian klik tombol verify untuk mengcompile program, tunggu sampai prosesnya selesai (done compiling). kemudian pada bagian bawah cari kalimat yang berakhiran dengan .hex kemudian blog kalimat tersebut lalu copy dengan menekan ctrl+c.
  4. Kemudian pastekan hasil copy tadi ke dalam Arduino di ISIS Proteus dengan cara double klik pada komponen arduino, maka akan muncul tab baru yaitu edit component. Pada tab edit component tersebut kita pastekan hasil copy tadi ke program file kemudian klik ok.
  5. Langkah terakhir yaitu klik tombol play pada pojok kiri bawah pada ISIS Proteus. Dan selesai.
Itu tadi adalah tutorial dari saya tentang cara mensimulasikan program blinking Led pada ISIS Proteus. Dan kita juga bisa mengganti pin yang digunakan serta delay mati dan nyalanya lampu untuk belajar dan berlatih. Sekian dari saya, bila ada kesalahan saya minta maaf, bila ada kekurangannya saya minta kritik dan sarannya. Dan juga bagi temen-temen yang lebih suka melihat tutorial melalui video sudah saya sediakan dibawah.

Terima Kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Monday, March 21, 2016

Tutorial : Arduino Shield XBee

YOOOOOOO!!!!

kebagian kedua, setelah sebelumnya kita bahas tentang pengaturan awal XBee tanpa menggunakan shield, sekarang kita lanjut aja ya

Xbee adalah . . .

Xbee yang kita bahas di sini adalah Xbee versi 2, Xbee adalah modul bluetooth 2,4 GHz yang beroperasi pada protokol Zigbee (protokol yang dibangun diatas 802.15.4). Nah klo yang v1 beda protokolnya yang dipake.


kita bakal pake cara yang berbeda dengan kmaren, biar kerasa aja bedanya hahha

oke FIRST

install XCTU dimari terus pilih Diagnostics, Utilities and MIBs section     KHUSUS WINDOWS !!
run si softwarenya ntar aja yah,

lanjut ke step KEDUA

upload sketch dasar ke arduino (shield+xbee jangan di tandem dulu)

Bare Minimum Arduino Sketch:
1
2
3
4
5
6
7
void setup() {

}

void loop() {
  
}

KETIGA

nah abis dilepas dari catu dayanya (dari kabel USB), baru deh dipasang shiel+XBeenya.
di bagian shield ada switch kecil gitu kaya gambar di bawah

pokoknya geser ke mode USB, klo mau setup awal yah. fungsinyabiar computer bisa komunikasi sama modul XBeenya.

KEEMPAT

colokin ke komputer, terus buka XCTU


klik tombol TEST / QUERY buat cek komunikasi, ntar muncul jendela gitu, ada tulisan OK - nya

KELIMA

dari Tab PC Setting pindah ke Modem Configuration. ntar bakal muncul beginian klo diklik read


loh ga ada ? woles

KEENAM'

jenis modem yang kita pake (test / query) kan kaya gini



ternyata kita kudu download firmware jadulnya, balik lagi ke site-nya terus klik FTP ato klik aja dimari




tinggal pilih yang sesuai download deh



abis itu balik lagi ke Tab Modem Configuration, pilih tombol Download > File > cari file tadi > OK
klo udah klik lagi tombol Read, bakal muncul beginian








 sumber

Tutorial : Arduino dan Xbee V2

wirelees communication atau komunikasi nirkabel menjadi sangat populer dalam 10 tahun ini. Dan yang paling populer untuk Arduino adalah Xbee, entah apa alasannya, yang jelas hal ini mendasari xbee untuk membuat shield sendiri untuk Arduino (Uno).

Bagian pertama ini pengaturan dilakukan  tanpa menggunakan shield.

Xbee adalah . . .

Xbee yang kita bahas di sini adalah Xbee versi 2, Xbee adalah modul bluetooth 2,4 GHz yang beroperasi pada protokol Zigbee (protokol yang dibangun diatas 802.15.4). Nah klo yang v1 beda protokolnya yang dipake.

Xbee S2 dapat mengimplementasikan mesh networking, jadi bisa berperan sebagai Coordinator, Router maupun End-Device. tinggal setting-setting.

Untuk melakukan setting pada Xbee, dibutuhkan Xbee adapter, yaitu suatu adapter yang berisi chip converter FTDI to serial untuk mengupload firmware pada Xbee. Xbee ini unik karena memliki ukuran pin yang tidak biasa, sehingga memerlukan breakout board untuk dapat mengoperasikannya pada breadboard pada umumnya.



gunakan tegangan 3,3 Volt !

Langkah pertama 

melakukan setting pada Xbee.
setting firmware pada Xbee , 1 sebagai Coordinator dengan mode API, 1 lagi sebagai router dengan mode AT. Untuk mengupdate firmware pada Xbee digunakan program dari Digi yang bernama X-CTU. Program ini dapat diunduh secara gratis dari website Digi




API (Xbee 1)



router (Xbee 2)

Lanjut ke rangkaian.

    

sketch untuk Arduino Mega

void setup(){
  Serial3.begin(9600);
}

void loop(){
  Serial3.print("on");
  delay(500);
  Serial3.print("off");
  delay(500);
}

sketch untuk Arduino Uno

int LED = 11;
int debugLED = 13;

void setup() {
  pinMode(LED,OUTPUT);
  pinMode(debugLED,OUTPUT);
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {
  // make sure everything we need is in the buffer
  if (Serial.available() >= 21) {
    // look for the start byte
    if (Serial.read() == 0x7E) {
      //blink debug LED to indicate when data is received
      digitalWrite(debugLED, HIGH);
      delay(10); 
      digitalWrite(debugLED, LOW);
      // read the variables that we're not using out of the buffer
      for (int i = 0; i<20; i++) {
        byte discard = Serial.read();
      }
      char pertama = Serial.read();
      char kedua = Serial.read();
      char ketiga = Serial.read();
      if((pertama == 'o') && (kedua == 'n')){
        digitalWrite(LED, HIGH);
      }
      else if((pertama == 'o') && (kedua == 'f') && (ketiga == 'f')){
        digitalWrite(LED, LOW);
      }
    }
  }
}

klo kurang jelas bisa liat di sumber hehehe

terus gimana cara pake shield Xbee, di postingan selanjutnya ya

terimakasih :D




Saturday, March 19, 2016

Tentang Arduino : Bootloader

Tentang Arduino : Bootloader

bootloader adalah ...

Sampe sekarang saya masih kagum sama yang bikin Arduino, salah satunya adalah sistem bootloader ini. gimana enggak? bootloader ini gratis loh, dan dasar dari arduino, board opensource (yang artinya tidak mengejarkan keuntungan semata) yang diulik oleh banyak orang. jadi apa itu bootloader?

Bootloader adalah program kecil yang dieksekusi sesaat setelah mikrokontroler diberi catu daya. Bootloader ini berfungsi sebagai pemonitor aktifitas yang diinginkan oleh arduino. Jika dalam IDE terdapat file hasil kompilasi yang akan diupload, bootloader secara otomatis menyambutnya untuk disimpan dalam memori program. Jika pada saat awal mikrokontroler bekerja, bootloader akan mengeksekusi program aplikasi yang telah diupload sebelumnya. Jika IDE hendak mengupload program baru, bootloader seketika menghentikan eksekusi program berganti menerima data program untuk selanjutnya diprogramkan dalam memori program mikrokontroler. 

selain itu 

berfungsi untuk mengupload (memprogram flash) secara serial dengan menggunakan protokol serial RS232. Hal ini awalnya untuk membuat mudah para pengguna didalam mengupload hasil kompilasi dalam IDE arduino. Oleh karena itu mengapa pada umumnya board arduino aslinya disisipkan piranti untuk mengubah USB ke serial, sehingga menjadi sangat sederhana tinggal menancapkan board arduino ke saluran USB komputer. sumber

pada Arduino, bootloader ini memerlukan space memory, yang berakibat mengurangi jumlah memory yang tersedia.

kesimpulannya, karena ada bootloader ini, kita ga perlu lagi yang namanya perangkat downloader lagi...tinggal colok langsung ke komputer hahaha
Tentang Arduino : Arduino dengan CH340 dan FT232

Tentang Arduino : Arduino dengan CH340 dan FT232

CH340 Arduino adalah . . .

Udah pada tahu kan klo Arduino Genuine cukup menguras kantong dibandingkan dengan yang versi clone atau kompatibel?

makanya banyak yang memilih versi kompatibel ini hahaha

ternyata ada beberapa permasalah yang sering menimpa versi clone, atau klo di search di Google jadi kata ajaib :

Kekurangan Arduino clone atau Kelemahan Arduino clone

sebenernya ga fatal-fatal amat sih yah kekurangannya, tapi yang paling sering terjadi sih yaitu gagal unggah atau upload sketch. Kenapa hal ini bisa terjadi?

hal ini berdasarkan fakta dilapangan bahwa untuk mengurangi biaya produksi, Arduino clone menggunakan chip CH340, IC ini digunakan untuk komunikasi USB sama komputer.

Untuk itu, bagi para pengguna Arduino, sebaiknya kalian menginstall driver IC CH340 ini terlebih dahulu biar proses upload lancar jaya.

ada juga yang pake IC yang agak mahalan dikit biasanya pake FT232, chip ini adalah chip FTDI. Beberapa board yang memerlukan perangkat USB to UART sih biasanya pake ini. drivernya bisa diinstall disini

cara install masih normal yah, ektrak > run > install > udah deh

hampir semua Arduino kompatibel dengan IC SMD mengalami hal ini kecuali Mega, alasannya karena mereka mengunakan 2 IC yang telah disebutkan di atas. IC > Integrated Circuit.


Monday, March 7, 2016

Teknik Elektro ( Arus Kuat ) - Pembangkit Listrik Mikro Hidro

Teknik Elektro ( Arus Kuat ) - Pembangkit Listrik Mikro Hidro

halooo...
Berhubung blog ini tentang elektronika atau elektro arus lemah, saya mau nyimpang dikit yah ke elektro arus kuat, khususnya PLTMH. ini nih PLT yang sedang digalakan di Indonesia Raya ini karena banyaknya sungai-sungai kecil yang tersebar.

Mikro Hidro adalah . . .

Jadi tadi sempat main ke daerah Cihanjuang, Jawa Barat di sana ada perusahaan yang nyediain alat-alat mengenai Pembangkit Listrik  Tenaga Mikro Hidro, terus ya nanya nanya dikit deh. Ternyata prinsipnya ya gitu-gitu aja, intinya kita muterin generator/turbin yang pada akhirnya menghasilkan listrik. Bedanya adalah yang menggerakan turbin ini adalah air dari aliran sungai dengan debit yang kecil.

Listrik dari Generator gak langsung gitu aja disebar ke rumah rumah, tapi di "kendalikan", nah di sinilah fungsinya Teknik Elektronika.

Keluaran akhirnya pokonya jadi Tegangan Jala-Jala 220V, sesuai standard PLN..

sekedar info yah, misalnya kita mampu menghasilkan listrik, katakanlah 20MWatt, kita ga boleh ngejual ke perusahaan lain selain PLN, kecuali dapet izin khusus dari Menteri/Presiden.

Mau bikin PLTMH sendiri?

Banyak penjelasan yang tersebar di internet tentang gimana cara bikin Pembangkit Listrik Mikrohidro, cuman gara-gara panjang banget saya agak males bacanya hahaha.
intinya sih gini.

Pertama. kalian siapin generator/turbin yang nanti akan menghasilkan listrik. Generatornya sih klo mau yang enak beli yang udah sepaket sama pengendalinya, jadi keluarannya udah stabil 220Volt. Harganya? <10juta kalian bisa dapet yang 600 Watt.

Kedua. cari sungai yang terus mengalir, klo bisa sih yang debitnya gedean yah. Disini adalah yang paling susah sebenernya. Kalian harus bikin konstruksi bendungan, fungsinya agar si air ini tenang dan debitnya stabil.

Ketiga. lewatin air yang udah stabil tadi buat muterin generator itu. Voila! jadi deh. Sisanya tinggal wiring, buat dibagiin ke warga sekitar.


Mikro hidro ini menggunakan prinsip energi potensial air yang jatuh. Jadi syarat pertama adalah ketinggian yang diperlukan, biasanya minimal ketinggian adalah 3meter. dari situ kalian masih bisa menghasilkan berkilo-kilo Watt listrik, dengan syarat : Debit airnya mencukupi.
Untuk menjaga kedua syarat itu biasanya akan muncul dampak sosialnya nih, Air kan bukan kita doang yang make, biasanya masalah utamanya adalah bagi penggunaan air untuk irigasi. jadi bijak-bijaklah menggunakan air.

ada lagi bangunan biat si generatornya dan alat lainnya ga keujanan, jadi harus disiapin juga.

dan lain-lain dan lain-lain.

Oh iya, agak mau menghasut nih, sebenernya ketika kalian ingin membangun PLTMH kalian juga bisa mempersiapkan orang-orang untuk memberikan pelatihan dan meyakinkan orang-orang untuk mulai berpindah dari yang menanam padi menjadi jagung ataupun berkebun organik, selain untuk menaikkan ekonomi masyarakat, kita ga perlu lagi bergantung kepada PLN untuk masalah listrik karena kita tau, padi membutuhkan air yang sangat banyak. Memang ga gampang, tapi saya rasa ini salah satu cara memajukan bangsa kita. Hal yang perlu diperhatikan lagi adalah jangan meninggalkan masyarakat ini sebelum masyarakat siap untuk dilepas sepenuhnya. :D

sekian dari saya, terimaksih telah membaca :))

Sunday, March 6, 2016

Bikin Wiring Arduino atau Jalur Kabel Arduino dengan Fritzing

gimana cara bikin wiring Arduino yang keren sih ?
ah lumayan banyak yang nanya beginian ternyata, so kita langsung aja yah

Fritzing

sumpah ini aplikasi keren banget secara peripheral, cailah.
kalian ga perlu cape-cape bikin di corel buat nge-wiring indah biar tampak keren di web.

Intro.

jadi gini yah. Fritzing tu gunanya biar pembagi ilmu lebih semangat menyebarkan ilmunya. secara bisa memperindah wiring sebuah rangkaian gituloh. contohnya di bawah



keren kan?

cara pakenya gampang. tinggal drag and drop terus routing deh. and Voila! jadi.

bisa cari tutorial singkatnya di youtube tinggal pilih di mari

oh iya, installnya juga gampang, tinggal download, unzip, install, dan jalankan,

selamat berjuang.

terimakasih loh udah baca :))

Tentang Arduino : Perbedaan Arduino Uno , Mega , Nano , Pro Mini, Micro

Tentang Arduino : Perbedaan Arduino Uno , Mega , Nano , Pro Mini, Micro

Arduino yang cocok buat pelajar ato mahasiswa kira kira apa ya?

Dari empat macam Arduino yang sering digunakan, kira kira apa ya bedanya?

Secara garis besar sihh.. yang paling umum dan enak buat dipelajari pengguna awam/pemula adalah Arduino Uno. Kenapa ya?hmmm.

Jenis IC
Semuanya menggunakan IC jenis SMD (Surface-Mount Device) kecuali Uno yang punya dua jenis (SMD dan DIP). Keuntungan penggunaan DIP adalah mudah untuk diganti, sedangkan SMD memperingkas dimensi.


Kabel. 
Uno dan Mega pakenya USB (yang kotak). Nah, klo Pro mini dia harus pake kabel FTDI karena ga ada port USB-nya. Ard Nano dan Micro beda lagi, Nano pakenya kabel mini USB (kabel buat hardisk eksternal) dan Micro pakenya micro USB (kabel casan HP).
Uno dan Mega bisa dapet daya dari luar (jack item). Nano sama Micro juga bisa, tapi jack-nya ga ada. Klo Pro mini negative sir..

>    Ekstra
>    untuk beberapa kasus koneksi (gagal upload) bisa dikarenakan chip FTDI, biasanya FT232, memerlukan driver tambahan, jadi board ga bisa langsung pakai, ada di pembahasan selanjutnya.

Port tegangan 3.3V
ini lumayan penting buat jadi bahan pertimbangan buat milih board Ard. soalnya kebanyakan sensor butuh daya dengan Tegangan Masukan 3.3V.
Semuanya on board alias punya kecuali si Mini. ok clear.

Arus
ini juga harus hati-hati. kebanyak sekarang udah beralih ke arus maksimum 20mA. ngaruhnya ke apa? ntar yah otak si Arduino ini kepanasan, jebol deh. inget yah ini adalah arus maksimal per port.
buat Uno sama Mega masih ngasih 40mA sampe saat ini.

Shield
buat tukang ngoprek, yg dapet shield (yang umum di pasaran) cuma Uno dan Mega saja. Apa itu shield? shield itu semacam board yg bisa menambah fungsi board arduino dasar dengan sangat amat mudah. tinggal pasang, program, dan jalankan. keren kan?

Dimensi
Nah, ini adalah bagian paling kentara. Mega paling bongsor, Uno rada kecil, Mini, Micro, terus Nano.
Ngaruhnya apa? biasanya sih ini ntar pas kalian ngedesain prototype atau purwarupa, klo pingin yg simple ya pilih yg kecil kan?

Kesimpulan
Untuk level belajar sketching/programming, saya lebih condong untuk menyarankan penggunaan Uno DIP, selain banyak versi kompatibel (clone) dipasaran (harga miring :p) tidak perlu pengaturan rumit. tapi kalo perlu ke banyak perangkat modular tambahan (LCD+sensor-sensor) bisa lempar ke Mega.

Untuk versi pengembangan ke bentuk proyek, saya lebih memilih Nano untuk dimensi kecil dan Mega untuk yang lebih besar.

segitu dulu yah.
makasih loh dah baca hahahha :))

klo pingin yang lebih jelas bisa klik di sini
buat yang pingin tau apa itu arduino bisa klik di sini

Sunday, August 3, 2014

Tutorial Arduino (Indonesia) : Sensor Ultrasonik / Ping / HC SR04

Banyak tutorial mengenai sensor ini di luar. Banyak yang menggunakan library dari forum asalnya, ada juga yang membuat secara manual tanpa menggunakan library.

Saya akan membahas penggunaan sensor ultrasonik HCSR04 menggunakan Library NewPing. Selain lebih mudah pengaturannya, sensor yang digunakan dapat lebih dari satu.

Untuk melihat hasilnya secara lebih nyata, kita menggunakan serial monitor yang telah disediakan oleh Arduino sehingga tidak perlu lagi menggunakan Rs232 dan hyperterminal lagi.

Alat yang dibutuhkan
  • PC/ Notebook dengan   Arduino IDE
  • Arduino + Kabel
  • Sensor ultrasonik HCSR04
  • Kabel kabel penghubung


Cara Kerja
Sensor ultrasonik ini bekerja dengan membaca waktu tempuh gelombang tembak untuk kembali lagi ke receiver. Ini berarti jarak sebenarnya adalah setengah dari jarak tempuh. Untuk lebih lengkap bisa klik disini

1.       Hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah merangkai rangkaian seperti gambar berikut.

2.       Berikutnya adalah membuka Arduino IDE dan menggunakan sketch berikut. Sketch berikut merupakan pengembangan dari Library NewPing pada Playground Arduino

3.       Upload sketch
4.       Setelah selesai, buka Serial Monitor. Dapat dilihat bahwa jarak maksimal adalah 400cm, sesuai dengan pengaturan pada sketch. Jarak  tersebut adalah jarak maksimal sesuai datasheet

Mudah sekali bukan?
Sekian dan terimakasih. Semoga membantu J

Bagian selanjutnya adalah





Tutorial Arduino (Indonesia) : Sensor Ultrasonik / Ping / HC SR04 dan LCD 16 x 2

Bagian ini merupakan pengembangan dari bagian sebelumnya dimana kita akan menggunakan LCD 16 x 2 tidak hanya serial monitor.

Kita tetap menggunakan sensor ultrasonik HCSR04 dengan  Library NewPing

Alat yang dibutuhkan


  • PC/ Notebook dengan   Arduino IDE
  • Arduino + Kabel
  • Sensor ultrasonik HCSR04
  • LCD 16x2
  • Kabel kabel penghubung

1.       Hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah merangkai rangkaian seperti gambar berikut.



2.       Berikutnya adalah membuka Arduino IDE dan menggunakan sketch berikut. Sketch berikut merupakan pengembangan dari  Library NewPing pada Playground Arduino



3.       Upload sketch
4.       Setelah selesai, buka Serial Monitor. Dapat dilihat bahwa jarak maksimal adalah 400cm, sesuai dengan pengaturan pada sketch. Jarak  tersebut adalah jarak maksimal sesuai datasheet

Dengan cara ini kita bisa mengukur jarak dengan Arduino dan HCSR04.
Mudah sekali bukan?
Sekian dan terimakasih. Semoga membantu J

Bagian selanjutnya adalah



Tutorial Arduino (Indonesia) : 2 Sensor Ultrasonik / Ping / HC SR04 dan LCD 16 x 2

Bagian ini merupakan pengembangan dari bagian sebelumnya dimana kita akan menggunakan LCD 16 x 2 tidak hanya serial monitor.

Kita tetap menggunakan sensor ultrasonik HCSR04 dengan Library NewPing  namun kali ini kita akan menggunakan 2 buah sensor. kenapa begitu lebay harus dibikin 2? soalnya terkadang terdapat delay parah (khususnya bagi pembuat robot) klo ga pake program ini #sombongsikit hahhahaha.
selanjutnya, kalian bisa mengembangkan hingga lebih dari 2 sensor. Selamat menikmati :))


Alat yang dibutuhkan
  • PC/ Notebook dengan   Arduino IDE
  • Arduino + Kabel
  • Sensor ultrasonik HCSR04
  • LCD 16x2
  • Kabel kabel penghubung

1.       Hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah merangkai rangkaian seperti gambar berikut.


2.       Berikutnya adalah membuka Arduino IDE dan menggunakan sketch berikut. Sketch berikut merupakan pengembangan dari  Library NewPing pada Playground Arduino



3.       Upload sketch
4.       Setelah selesai, buka Serial Monitor. Dapat dilihat bahwa jarak maksimal adalah 400cm, sesuai dengan pengaturan pada sketch. Jarak  tersebut adalah jarak maksimal sesuai datasheet

Dengan cara ini kita bisa mengukur jarak dengan Arduino dan HCSR04 yang bahkan tertampil pada LCD
Mudah sekali bukan?
Sekian dan terimakasih. Semoga membantu J





Saturday, August 2, 2014

Tutorial Arduino (Indonesia) : LCD 16x2 part 2

Pada part 2 ini membahas tentang pengaturan karakter yang tertampil pada LCD 16x2, berupa pengembangan dari part 1

yang perlu diingat adalah LCD menggunakan komunikasi serial yang berguna untuk mengirim karakter ASCII, jadi sebenarnya memori yang dipakai cukup lumayan. lanjut di bawah

Alat yang dibutuhkan masih sama

  • PC dengan  Arduino IDE
  • Arduino Board + Kabel
  • LCD 16 x 2
  • Kabel-kabel Penghubung

1.       Langsung kita buka Arduino dan contoh yang disediakan.




2.       Lalu kita ketik kode berikut.

  lcd.setCursor(0, 0);                        // karakter akan bermula dari kolom 0 baris 0
  lcd.print("hello");
  lcd.setCursor(8, 1);                        // karakter akan bermula dari kolom 8 baris 1
  lcd.print("world!");

3.       Untuk mengkustomisasi, kita juga bisa menambahkan delay dan lcd.clear

setelah itu upload sketch

Pilih board pada menu Tools > Board > pilih Arduino yang digunakan
Pilih port pada menu Tools > port > pilih port yang terhubung pada arduino


Lalu klik ikon Upload. Tunggu hingga proses upload selesai (done), dan program akan otomatis berjalan dengan sendirinya.

Untuk contoh penggunaan LCD pada arduino lainnya, kita bisa melihat pada

File > examples > LiquidCrystal > pilih yang diinginkan.


Terdapat banyak contoh, termasuk kustomisasi karakter pada LCD diluar ASCII.

dapat dilihat untuk menampilkan-menghilangkan kita menggunakan delay, dan keterbatasan mata manusia adalah 50 Hz. sehingga penggunaan karakter dan animasi yang terlalu banyak pada LCD (i.e. memunculkan karakter 1 per 1) akan menimbulkan pemandangan yang justru mengganggu user.


sekian. semoga membantu :)

untuk melihat contoh lainnya bisa di Playground Arduino

Tutorial Arduino (Indonesia) : LCD 16x2 part 1

Kmaren kan tentang LED berkedip, nah sekarang ke bahasan selanjutnya yaitu LCD.

Buat unit/ Ekstrakulikuler Robotika biasanya hal paling sering dipakai adalah koding untuk konfigurasi LCD 16x2. LCD ini umum di pasaran, biasanya harganya 50ribuan. Memang mahal sih, tapi itung itung investasi, soalnya hal ini memang ngebantu banget. Kenapa? soalnya di LCD kita bisa menampilkan bahasa yang lebih dipahami manusia, bahasa kerennya periperal.

oh iya Ini adalah part 1, masih ada part 2. kenapa dibagi 2? biar ga ngabisin kuota sama pelan-pelan belajarnya, biar enak heheh.

Berikut adalah konfigurasi pin LCD 16x2 dan Arduino



VCCnya bisa kalian kasih tegangan positif 5 Volt, jangan lebih yah, ntar jebol, sayang banget 50ribu terbang gitu aja.

Untuk percobaan kali ini alat yang dibutuhkan  adalah


  • PC dengan Arduino IDE
  • Arduino Board + Kabel
  • LCD 16 x 2
  • Kabel-kabel Penghubung (6 + 2)

1.       Rangkai rangkaian seperti gambar berikut. Bisa kalian liat setiap VCC biasanya dikasih kabel warna merah, nah Ground/GND warnanya item, hal ini adalah pengetahuan dasar, karena bakalan fatal banget klo kaliah kebulak balik ngasih tegangan.



      Buka Arduino IDE, dan buka contoh yang disediakan. 
File > Examples > LiquidCrystal > Display

contoh itu adalah contoh paling dasar yah. Dengan itu kalian bisa menampilkan kata frasa hello world yang kedap kedip tiap detik.


2.       kodingnya bisa kalian liat di bawah.




Agar sama dengan pengaturan di atas maka kita ubah kodenya RS, EN, D4, D5, D6, D7 menjadi lcd(13, 12, 11, 10, 9, 8);

Perlu diperhatikan bahwa apabila kita menggunakan sketch ini, kita harus menambahkan library LiquidCrystal.h
caranya?
kasih #include <LiquidCrystal.h>

selain itu pada pada void setup
kita harus memberikan pengaturan baris dan kolom yang dipakai pada LCD

lcd.begin(16, 2); // berarti kolom yang digunakan adalah 16 dan baris yang digunakan 2

setelah itu upload sketch

Pilih board pada menu Tools > Board > pilih Arduino yang digunakan
Pilih port pada menu Tools > port > pilih port yang terhubung pada arduino


Lalu klik ikon Upload. Tunggu hingga proses upload selesai (done), dan program akan otomatis berjalan dengan sendirinya.




!!!!
Hal minor yang perlu diperhatikan adalah kita memerlukan 6 port digital untuk menggunakan LCD, yang artinya misalkan kita pakai Arduino uno, port digital yang tersisa ya tinggal 8 atau hampir setengahnya abis kepake buat LCD.

sekian. semoga membantu :)

untuk melihat contoh lainnya bisa di Playground Arduino

Tutorial Arduino (Indonesia) : Led Berkedip

Hal paling mendasar dari sebuah pemrograman adalah mengatur perpindahan logika HIGH ke LOW, ataupun sebaliknya.

Untuk menunjukkan keberhasilan pemrograman dapat dilakukan dengan menggunakan multimeter. Selain itu dapat pula dilakukan dengan menggunakan LED agar lebih �terlihat�.
Untungnya Board Arduino menyediakan LED tersebut. Asyik kann..

Ada beberapa perlombaan di Indonesia yang menggunakan kode dasar ini untuk membuat running LED, dasarnya memang hanya ini, namun dengan menambahkan beberapa LED dan menyesuaikan interval waktunya sehingga LED tampak saling kejar mengejar.

Hal yang diperlukan

  • PC/Notebook dengan Arduino IDE
  • Arduino (penulis menggunakan Arduino Mega 2560) + Kabel

1.       Buka Arduino IDE. Pilih File > Examples > 01. Basics > Blink





2.       Lalu akan ditampilkan kode berikut



Kita lihat bahwa pin 13 terkoneksi kepada LED yang memang sudah terdapat pada board.
Dilakukan inisialisai pin digital pada void setup (), dimana pin digital (pin 13 yaitu led) diatur sebagai port Output.

Pengaturan awal yang perlu dilakukan adalah pemberian nama pada pin.
>>> int led = 13; , berarti ketika menyebutkan pin 13 hanya perlu mengetikkan �led�

Pengaturan selanjutnya adalah looping. Ketika masuk dalam void loop(), program akan berputar pada bagian ini dan tidak akan pernah berhenti.

Untuk mengatur frekuensi, dilakukan pengaturan waktu delay, baik itu delay dalam posisi HIGH maupun LOW. Hal ini akan memengaruhi waktu on-off LED.

>>> delay(1000);, berarti delay terjadi selama 1000 mikrodetik atau 1 detik.

3.       Apabila tidak terjadi perubahan maka program bisa diupload ke board arduino.
Pilih board pada menu Tools > Board > pilih Arduino yang digunakan
Pilih port pada menu Tools > port > pilih port yang terhubung pada arduino

Lalu klik ikon Upload. Tunggu hingga proses upload selesai (done), dan program akan otomatis berjalan dengan sendirinya.

sekian. semoga membantu :)

untuk melihat contoh lainnya bisa di Playground Arduino
Tutorial Arduino (Indonesia) : Penjelasan Awal

Tutorial Arduino (Indonesia) : Penjelasan Awal

Pemograman Arduino menggunakan bahasa C, jadi yang harus diingat adalah besar-kecilnya huruf harus diperhatikan. (untuk penjelasan lebih mendalam dapat berkunjung ke Arduino.cc).

>>> untuk mendownload arduino IDE bisa klik disini <<<
>>>       untuk belajar lebih lanjut bisa klik disini          <<<

Struktur

Program Arduino ( sketch) mempunyai dua fungsi.

  • void setup() { }
    • kode pada kurung kurawal akan dijalankan hanya 1x
  • void loop() { }
    • kode pada kurung kurawal akan dijalankan secara berulang (loop)
Syntax

//(komentar satu baris)
Digunakan untuk catatan dari kode-kode yang dituliskan.
Digunakan juga untuk menonaktifkan kode.

/* xxx  */(komentar dengan banyak baris)
Digunakan untuk menonaktifkan kode yang terletak lebih dari satu baris. Semua kode yang terletak di antara dua simbol tersebut akan diabaikan oleh program.

{   }(kurung kurawal)
Digunakan untuk mendefinisikan blok program mulai dan berakhir.

;(titk koma)
Setiap baris kode harus diakhiri dengan tanda titik koma.

Variabel
Sebuah program secara garis besar dapat didefinisikan sebagai instruksi untuk memindahkan angka dengan cara yang cerdas. Variabel inilah yang digunakan untuk memindahkannya.
         int (integer)
         Digunakan untuk menyimpan angka dalam 2 byte (16 bit). Tidak terdapat angka desimal dan menyimpan nilai dari -32,768 hingga 32,767.

         long (long)
         Digunakan ketika integer tidak mencukupi lagi. Memakai 4 byte (32 bit) dari memori (RAM) dan mempunyai nilai dari -2,147,483,648 hingga 2,147,483,647.

         boolean (boolean)
         Variabel sederhana yang digunakan untuk menyimpan nilai TRUE  atau FALSE . Sangat berguna karena hanya menggunakan 1 bit dari RAM.

         float (float)
         Digunakan untuk angka desimal (floating point). Memakai 4 byte (32 bit) dari RAM dan mempunyai rentang dari -3.4028235E+38 hingga 3.4028235E+38.

         char (character)
         Menyimpan 1 karakter menggunakan kode ASCII (misalnya �A� = 65). Hanya memakai 1 byte (8 bit) dari RAM.

Operator Matematika
Operator yang digunakan untuk memanipulasi angka (bekerja seperti matematika yang sederhana).
         =
         Membuat sesuatu menjadi sama dengan nilai yang lain (misalnya: x = 100 * 2, x sekarang sama dengan 200).

         %
         Menghasilkan sisa dari hasil pembagian  (misalnya: 14 % 10, ini akan menghasilkan angka 4).

         +
         Penjumlahan
         -
         Pengurangan
         *
         Perkalian
         /
         Pembagian

Operator Pembanding
Digunakan untuk membandingkan nilai logika.
         ==
         Sama dengan 

         !=
         Tidak sama dengan 

         < 
         Lebih kecil dari 

         > 
         Lebih besar

Struktur Pengaturan
Program sangat bergantung pada pengaturan apa yang akan dijalankan berikutnya.
1. if..else

if (kondisi) { }
else if (kondisi) { }
else { }

program akan menjalankan kode yang ada di dalam kurung kurawal jika kondisinya TRUE, dan jika tidak (FALSE) maka akan diperiksa kondisi pada else if dan jika kondisinya FALSE maka kode pada else yang akan dijalankan.

2. for

for (int i = 0; i < #pengulangan; i++) { }

Digunakan untuk melakukan pengulangan kode di dalam kurung kurawal beberapa kali, ganti #pengulangan dengan jumlah pengulangan yang diinginkan. Melakukan penghitungan ke atas dengan i++ atau ke bawah dengan i�.

Digital

1. pinMode(pin, mode)
Digunakan untuk menetapkan mode dari suatu pin, pin adalah nomor pin yang akan digunakan dari 0-xx tergantung dari jenis modul Arduino yang digunakan. Mode yang bisa digunakan adalah INPUT atau OUTPUT.

2. digitalWrite(pin, value)
Ketika sebuah pin ditetapkan sebagai OUTPUT, pin tersebut dapat dijadikan HIGH (Vcc) atau LOW.

3. digitalRead(pin)
Ketika sebuah pin ditetapkan sebagai INPUT maka anda dapat menggunakan kode ini untuk mendapatkan nilai pin tersebut apakah HIGH (Vcc) atau LOW.

Analog

1. analogWrite(pin, value)
Beberapa pin pada Arduino mendukung PWM (Pulse Width Modulation) yaitu pin 3, 5, 6, 9, 10, 11 (pada Board Arduino Uno). Ini dapat merubah pin hidup (on)atau mati (off) dengan sangat cepat (frekuensi tinggi) sehingga membuatnya dapat berfungsi layaknya keluaran analog. Value (nilai) pada format kode tersebut adalah angka antara 0 ( 0% duty cycle ~ 0V) dan 255 (100% duty cycle ~ 5V).

2. analogRead(pin)
Ketika pin analog ditetapkan sebagai INPUT,anda dapat membaca keluaran tegangannya. Keluarannya berupa angka antara 0 (0 volt) dan 1024 (5 volt).
sekian. semoga membantu :)